Kamis, 23 Juni 2011

Lumpur Sidoarjo


Tok Tok Tok, selamat malam yang sedang bermalam. Semoga kalian semua di beri ketabahan untuk menjalani hidup ini. (gajelaaas)
Oke kita mulai pembahasan selanjutnya. Kali ini saya akan membahas gimana, apakah, mengapa lumpur lapindo itu ada. yah dengan keterbatasan ilmu yang gue punya. Soalnya gue baru terinspirasi oleh Film Dokumenternya Bakrie (Mud Max).
Gini, pasti bingung kan, ko bisa sih ada lumpur banyak kayak gitu, meluap luap sampai ke permukaan bumi, gimana cara ngatasinnya. gue juga bingung sepertinya. Tapi, taukan anda lokasi geografis sidoarjo seperti apa? Kebetulan, eh bukan kebetulan. Allah mendesign sidoarjo berada di tengah tengah aktivitas seismik,tekonik yang sangat besar. Maksudnya sidoarjo berada di tengah tengah gunung api yang lagi aktif aktifnya. tau ga gunung apa? Ya pasti merapi sama semeru lah. Setiap gunung api itu mempunyai sifat dan panas magma yang berbeda beda, dampaknya sebagian material material di bawah tanah mempunyai intensitas tanah cair/ lumpur yang berbeda. Nah merapi, tau sendirilah ini gunung aktif terus, kayak anak ABG labil. Letusan merapi pasti menimbulkan gempa, yang pastinya ada lapisan yang tergeser dan menimbulkan gaya. nah Gaya yang di timbulkan ini bisa membawa lumpur lumpur vulkanik terdorong dan berpindah jauh. Kebetulan ke sidoarjo. Disisi lain di sebelah timur juga ada gunung semeru yang beraktivitas sama seperti merapi, mendorong jauh lumpur vulkanik ke bagian barat. kebetulan juga ke sidoarjo. Sehingga lumpur lumpur vulkanik bertemu dan bisa berkumpul di sidoarjo. Sialannya, ada perusahaan drilling yang ngebor tuh lumpur. Memang sesuai prosedur tapi apakah dari segi manusiawi dapat di benarkan?tentunya tidak, mau tidak mau harus berani bertanggung jawab. Jangan salahkan alam, tapi salahkan manusia yang bermain main dengan alam.Oiya, cara ngatasinnya, gue juga masih bingung, jangankan gue, senior geologist ITB aja masih bingung. tapi denger denger kalo lumpurnya itu ga beracun kalo kena air laut, ada solusi, itu lumpur dialirkan ke laut. Ga bakalan ngefek terhadap lingkungan ko kalo emang bener ga beracun.

Kalo punya persepsi lain, silakan share yaaa.

Ngerti kaaaan? Ga pake bahasa geologi ko soalnya gue sendiri juga rada ga apal. :D sekian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar